Seberapa sering anda melamun dan membayangkan hal menyenangkan dan menyesalkan yang sudah terjadi.. mengapa kita tidak menikmati saat ini dan bergembira?? dalam hidup sehari-hari saya memilih untuk hidup berbahagia dan tidak mau menghabiskan hidup dengan memikirkan hal-hal yang tidak menyenangkan.. Memang ada hal yang tidak menyenangkan, tetapi saya tidak mau menghabiskan hidup hanya untuk berpikir hal-hal buruk.. Agar dapat melewati hidup ini dan menikmatinya..
Temukan hal yang membahagiakan anda.....

Minggu, 08 Januari 2012

HAK AKSES FILE

Pengaturan Hak Akses File/Direktori
di Linux dengan CHMOD

Tutorial kita kali ini akan membahas tentang pengaturan hak akses file/direktori di Linux dengan CHMOD.
Di dalam Linux, file atau direktori bisa kita atur hak aksesnya, sehingga tidak semua orang bisa mengakses file atau direktori yang kita anggap penting dan tidak perlu diketahui oleh orang lain.
Fungsi dari hak akses  file dan direktori (Chmod) adalah mengatur ijin akses terhadap suatu file/direktori kepada user, group dan user/group lain.
Ijin hak akses tersebut dibagi menjadi 3 macam, yaitu :
READ (r). = dapat dibaca (baik file atau direktori)
WRITE (w). = dapat di tulis/edit (jika file) dan membuat file/direktori baru (jika direktori)
EXECUTE (x). = dapat di eksekusi (jika file) dan dimasuki (jika direktori)
Octal dari permisi tersebut adalah
4 = READ (r)
2 = WRITE (w)
1 = EXECUTE (x)
0 = No Permission
Contoh file dan folder:
drwx-r–r–
-rwx-r–r–
| |  |  |
| |  |  |
| |  |  |—–> Ijin (READ) Untuk Other selain user dan Group dibawah.
| |  |——–> Ijin (READ) Untuk Group pemilik file/direktory.
| |———–> Ijin (READ,WRITE,EXECUTE) Untuk User/pemilik file/direktori tsb.
|————-> Tipe (- merupakan file, d merupakan folder)

Contoh Yang Ke-1:
Kita ingin memberikan ijin (READ,WRITE,EXECUTE) untuk User/Pemilik, akses (READ,EXECUTE)
untuk Group dan Other.
Perintahnya:
$chmod 755 file/folder
keterangan:
4+2+1 = 7 << untuk akses u (User)
4+1 = 5 << untuk akses g (Group)
4+1 = 5 << untuk akses o (Other)
Contoh Yang Ke-2:
Kita ingin memberikan ijin (READ,WRITE) untuk User/pemilik dan tidak ada ijin samasekali
untuk Group dan Other.
Perintahnya:
$chmod 600 file/folder
keterangan:
4+2 = 6 << untuk akses u (User)
0 << untuk akses g (Group)
0 << untuk akses o (Other)

Sharing File DIREKTORI


SHARING FILE - DIREKTORI


Pengiriman file dan direktori dapat dilakukan dengan memanfaatkan jaringan yang ada. Hanya superuser saja yang dapat menggunakan perintah ini. Dan pada saat pengiriman file harus berada pada direktori file tersebut berada.

a. Pengiriman File ke PC tujuan
Perintah : scp namafile IPtujuan:/alamatuserTujuan
Contoh   : [root@localhost Mahasiswa] # scp latihan 192.168.12.21:/home/abdul
b. Pengiriman Direktori ke PC tujuan
Perintah : scp -r nama_direktori IPtujuan:/alamatuserTujuan
Contoh   : [root@localhost Mahasiswa] # scp -r linux 192.168.12.21:/home/abdul
c. Pengambilan File dari PC lain
Perintah : scp IPtujuan:/alamat_FileTujuan direktori user masing-masing
Contoh   : [root@localhost Mahasiswa] # scp 192.168.12.21:/home/abdul/latihan /home/Mahasiswa
d. Pengambilan Direktori dari PC lain
Perintah : scp -r IPtujuan:/AlamatdirektoriTujuan direktori_user_masing2
Contoh   : [root@localhost Mahasiswa] # scp -r 192.168.12.21:/home/abdul/coba /home/Mahasiswa

IPTABLES 2

Iptables  merupakan  aplikasi  untuk  administrasi  filterin g  paket  dan  Network  Address Translation  (NAT)  pad a  IPv4.  Gambaran  umum,  iptables  digunakan  untuk  konfigurasi, merawat dan memeriksa  rules tables  (tabel aturan) tentang filter paket  IP  yang terdapat di kernel linux . Tiap-tiap tables memiliki beberapa built-in (bawaan) chains kernel linux dan chains  buatan user sendiri.  Setiap chains memiliki  list  / daftar  aturan untuk  mencocokkan suatu  paket  yang  datang.  Setiap  aturan  tersebut  berfungsi  memberikan  keputusan eksekusi apa yan g  akan  dilakukan bila  paket  yang datang cocok dengan aturan  yang telah dibuat.
Berikut gambaran dan contoh kegunaan iptables :
Terlihat  bahwa  komputer  A,  B  dan  C  mengirim  paket  data  kepada  komputer D yang sudah  dolengkapi  iptables.  Pada  konfigurasi iptables  dibuat  pernyataan  bahwa  hanya paket  yang  memiliki  hurup C  yang  boleh diterima  komputer D, selain itu ditolak semua. Dan  hasilnya, hanya  komputer  C  saja  yang  bisa  mengirimkan  paket  dan  diterima komputer  D.  Tentunya  dengan  gambaran  sederhana ini  kita  bisa  membayangkan kegunaan  iptables  lebih  detail.  Misalkan  bila  ada  komputer  asing  yan g  mengirimkan paket  data  untuk  keperluan  scanning  atau  hacking  maka  paket  tersebut  langsung  ditolak oleh  komputer  kita.
Iptables  memiliki  4 tabel  aturan  yaitu  filter,  nat,  mangle  dan  raw. Yang  akan  saya  bahas adalah  aturan  "filter"  karena  ini  yang  seringkali  digunakan  dalam  pengaturan  jaringan. Kita  sudah  tahu  bahwa  pada  table  terdapat  chains  (rantai)  yang  berisi  rules  /  aturan.
Namun  perlu  diketahui  tiap table  memiliki  chains  yang berbeda-beda. Chains pada tables "filter" dari 3 fungsi  yaitu INPUT, FOR WARD dan OUTPUT. INPUT untuk paket yang disiapkan untuk soket lokal atau  komputer kita  sendiri.  FORWARD  untuk  paket  yang diarahkan  /  routing  ke box dan  OUTPUT  untuk  paket  yang  di  generate  /  dibuat  sendiri.
Cara gampangnya  untuk  memahami,  chains  INPUT berguna  untuk  mengatasi  paket  data yang  masuk. FORWARD  berguna  untuk  men galihkan  paket  yang  datang  dan  OUTPUT berguna untuk men ghasilkan paket data  yang akan  diteruskan nantin ya. Setelah  kita  mengetahui  ketiga  fungsi  chains  tersebut  maka  kita  perlu  mengetahui command  /  perintah  dalam  konfigurasi  iptables.  Perlu  diketahui  bahwa  dalam  satu  chain terdiri  dari  beberapa  rule  /  aturan.  Tiap-tiap  aturan  tersebut  memiliki  urutan  prioritas tersendiri.  Bila  ada  paket  datang  maka  akan  disesuaikan  dengan  chains.  Setelah dikelompokkan maka paket tersebut diseleksi oleh rule yang terdapat pada chain. Bila ada paket  datang  yang  tidak  cocok  dengan  aturan  pertama  maka  akan  diteruskan  menuju seleksi aturan kedua dan selanjutnya hingga aturan terakhir. Berikut command-command yang umum digunak an :
-A
yaitu append. Memiliki struktur -A [chain] [aturan]. Berfungsi untuk menetapkan aturan ke dalam chains.
Contoh : iptables -A INPUT -s 192.168.0.1
-D
yaitu delete aturan. Memiliki struktur -D [chain] [aturan] atau -D [chain] [nomor urutan aturan]. Berfungsi untuk menghapus aturan dari chains atau menghapus aturan berdasarkan urutan list didalam chains.
Contoh : iptables -D INPUT 1  ( menghapus
aturan pertama dalam chain INPUT )
-I
yaitu insert. Memiliki struktur - I [chain] [ nomor urutan aturan] [aturan]. Berfungsi untuk memasukan aturan baru kedalam chain. Bila nomor urutan aturan adalah 1 berarti aturan tersebut dimasukkan ke prioritas utama dalam chain.
Contoh : iptables -I OUTPUT 2 –s 192.168.0.1
-R
yaitu replace. Memiliki struktur -R  [chain] [nomor urutan aturan] [ aturan baru]. Berfungsi untuk menimpa / me-replace  aturan lama dengan aturan baru dalam chain.
Contoh : iptables -I OUTPUT 2 -s 192.168.0.1 ( menimpa rule kedua dengan rule baru –s 192.168.0.1
-L
yaitu list. Memiliki struktur - L [chain]. Berfungsi untuk menampilkan daftar aturan-aturan didalam chain. Bila chain tidak disertakan maka akan muncul aturan dalam semua chain.
Contoh : iptables -L INPUT




-F
yaitu flush. Memiliki struktur -F [chain]. Berfungsi untuk menghilangkan semua aturan pada chain.
Contoh: iptables -F FOR WARD ( menghapus semua aturan didalam chain
FORWARD)
-N
yaitu new. Memiliki struktur -N [ chain] . Berfungsi untuk membuat chain baru.
Contoh: iptables -N GET
-X
yaitu delete chain. Memiliki struktur -X [chain]. Berfungsi untuk men ghapus chain dan ini berbeda dengan -D yang ber guna untuk menghapus rule saja. Untuk menghapus chain,
dipastikan terlebih dahulu bahwa tidak ada aturan -aturan didalam chain tersebut. Dapat
digunak an flush untuk menghapus aturan-aturan di dalam chains.
Contoh: iptables –X GET
-E
yaitu rename chain. Memiliki struktur -E [chain lama] [chain baru]. Berfungsi untuk me-rename / mengganti nama chain yang ada didalam iptables.
Contoh: iptables -E GET PUT
Setelah kita mengetahui perintah-perintah pada iptables, yang kira perlu pahami berikutnya adalah parameter. Kita melihat contoh perintah "iptables -I OUTPUT 2 –s 192.168.0.1". Disini, -s merupakan parameter. Kegunaan parameter adalah untuk mengidentifikasik an spesifikasi aturan dan digunakan untuk mengikuti perintah umum seperti add, delete, insert,  replace dan append.
-p
yaitu menunjukkan protokol. Untuk mengindentifikasikan protokol dalam rule seperti tcp, udp, icmp,dst diperlukan parameter ini.
Contoh: iptables -A INPUT -p tcp
-m
yaitu match option. Mirip dengan -p tetapi p erbedaannya adalah modul yang digunakan. Bila pada -p menggunakan modul  yang bersifat spesifik tetapi berbeda dengan -m. Dengan menggunakan parameter ini, kita bebas menentukan nama module yang dipakai dan meng-variasikannya dalam perintah selanjutnya.
Contoh : iptables -A  INPUT –s 192.168.0.0/16 -m comment --comment "IP  yang di-blok" ( berarti modul comment berisi perintah --comment "IP  yang di-blok" )
-s
yaitu sour ce alamat hostname / ip.
Contoh : iptables -A  INPUT -s 192.168.0 .1
-d
yaitu destination / tujuan dari alamat ip.
Contoh: iptables -A  INPUT -d 192.168.0.2
-j
yaitu jump. B erfungsi untuk memberikan keputusan setelah paket data cocok dengan
aturan. Biasan ya terdapat di akhir perintah dan diikuti argumen perintah. Contoh :
iptables -A INPUT -s 192.168.0.2 -j DROP.
-i
yaitu in-interface alias nama interface yang menerima kiriman paket ( terbatas pada chain
INPUT, FORWAR D dan  PREROUTING saja ).
Contoh: iptables -A INPUT -i eth0 –s 192.168.0.2
-o
yaitu out-interface alias nama interface yang akan mengirim paket keluar (terbatas pada chain FORWARD, OUTPUT dan POSTROUTING).
Contoh : iptables -A INPUT -o eth1 -s 192.168.0.2
-c
yaitu counter untuk menghitun g paket-paket  yang lewat dari sebuah aturan. Penulisan parameter ditulis sebelum command semacam APPEND, INSERT,REPLACE,dst.
Contoh: iptables -c -A  INPUT -s 192.168.0.2
-n
yaitu numeric. Parameter ini akan menampilkan o utput numeric seperti hostname,ip, port, nama network,dst.
Contoh: iptables -L –n yaitu verbose yang berarti menampilkan informasi secara keseluruhan alias dalam bahasa indonesia terjemahannya  "bertele-tele". Contoh: iptables -L -n –v. Paket-paket  yang  masuk  akan  di  periksa,  apakah  rusak,  salah  informasi  atau  tidak, kemudian di berikan ke chain INPUT.  Tergantung pada informasi  yang terdapat di  dalam header paket  dan  kebijakan  dalam ruleset, keputusan  yang  diambil  untuk  suatu  paket
dapat berupa :
1.  ACCEPT
Menerima paket dan diproses lebih lanjut oleh kernel
2.  DROP
Menolak paket tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
3.  REJECT
Mengembalikan paket ke asalnya dngan pesan kesalahan ICMP
4.  LOG
Melakukan log (pencatatan) terhadap paket yang bersesuaian
5.  RETURN
Untuk chain  user-defined akan  dikembalikan  ke chain yang  memanggil, sedangkan  untuk chain INPUT,  OUTPUT  dan  FORWARD  akan  dijalankan
kebijakan default.
6.  Mengirim ke chain user-defined
Rule  dalam  IPTABLES  dapat  dikenakan  terhadap  asal  paket  (-s),  tujuan  paket  (-d), protocol  (-p)  dan  port.   Misalnya  untuk  menolak  semua  paket  yang  dating  d ari  mesin dengan  IP Address 192.168.0.100 dapat di tulis :
IPTABLES –t filter –A INPUT –s 192.168.0.100 –j DROP atau
IPTABLES –A INPUT –s 192 .168.0.100 –j DROP
Baris  kedua    tidak menyertakan  –t  filter  karena  sebenarnya table default  yang  digunakan IPTABLES adalah filter Perintah-perintah  diatas  di  tulis  secara  lan gsung  di  shell  Linux.  Sebaiknya  anda  login sebagai root atau user lain yang diberi wewenang menjalankan IPTABLES Tanda  seru  (!)
dapat  ditempatkan  di  depan  IP  address  untuk  membuat  pengecualian
terhadap  IP  tersebut.  Perintah  di  bawah  ini  akan  menolak  semua  paket  yang  masuk  dari semua host kecuali dari mesin dengan IP address 192.168.0.100 IPTABLES –A INPUT –s ! 192.168.0.100 –j DROP
Perintah-perintah yan g digunakan:
Perintah Dasar  Maksud dari Perintah
iptables  Pembuatan firewall di dalam PC Man  Melihat description suatu command atau perintah setup  Memanggil konfigurasi computer melalui GUI
Perintah-perintah yan g digunakan:
1.  Setting IP  address k elas A
ifconfig  eth0  50.50.50.1 netmask 255.0.0.0
2.  Koneksikan jaringan
ping ip_address_tujuan

Kelebihan & Kekurangan Centos

Kelebihan Centos



  1. CentOS  lebih  mudah  instalasinya  tetapi  membutuhkan  waktu  untuk mengkonfigurasinya
  2. CentOS  adalah  sistem  operasi  bebas  yang  didasarkan  pada Red Hat Enterprise Linux (RHEL).
  3. CentOS merupakan OS  freeware yang  sangat handal untuk  skala Enterpise dan merupakan satu-satunya OS freeware yang didukung resmi oleh CPanel
  4. Perbedaan nyata antara CentOS dan RHEL hanyalah logo dan tema desktop
  5. Ditambah dengan penggunaan software RAID dari Linux, kita dapat membangun sebuah server Linux yang dapat melindungi data dari kerusakan harddisk menggunakan PC rakitan sendiri dan harddisk biasa.
  6. penggunaan LVM, kita dapat mengakomodasi keperluan space harddisk di masa yang akan datang dengan relatif mudah

Kekurangan Centos

  1. Tergantung pada distro RH. Karena itu CentOS selalu keluar setelah RH.
  2. Kata "enterprise" membuat pemula takut dan memilih Fedora.
  3. Penampilan website CentOS yang kurang menarik (CentOS Indonesia sedang mengupayakan untuk mengupdate website CentOS.org agar tampil menarik).
  4. Kurangnya dokumentasi mengenai CentOS secara khusus.

Sharing Data


SHARING DATA (SAMBA)


Samba merupakan implementasi  dari  protokol  SMB (Server Message Block) pada sistem UNIX.  Protokol  ini  digu-nakan  oleh  MS  Windows  NT  untuk  File  dan  Printing  Sharing Service.  Dengan  mengaktifkan samba  pada  mesin  Linux  kita maka  kita  dapat berbagi  file dan  printer  den gan  Windows  95/98  atau  Windows  NT.  Dengan  kata  lain,  dengan menjalankan  Samba,  maka  suatu  server  Linux  dapat  tampak  seperti  suatu  Windows  NT Server bagi mesin Windows lainnya.
Pada Linux kita dapat me-mounting direktori yang di-share pada Windows juga dapat mengakses secara langsung pada direktori tersebut. Sedangkan pada Windows, kita dapat melihat direktori yang di-share berupa icon yang terdapat dalam Network Neighborhood
File-file yang ter-install yang sering digunakan untuk mengkonfigurasi dan menjalankan samba antara lain :
# /usr/bin/smbd
Merupakan  daemon  yang  menyediakan  File  and  Printing  Sharing
Service  di  sistem  UNIX  untuk  SMB  Client  seperti  Windows  95/98  atau  Windows NT. Untuk menjalankan daemon ini :
#  /usr/bin/smbd  -D
/usr/bin/nmbd. Merupakan  daemon  yang  menyediakan  penamaan  NetBIOS  dan kemampuan browsing bagi SMB Client.
Untuk menjalankan daemon ini :
#  /usr/bin/nmbd  -D
/usr/bin/smbclient. Untuk mengakses direktori yang di-share di Windows dengan model
FTP. Untuk menggunakannya :
#  /usr/bin/smbclient
Saat  daemon-daemon  samba  dihidupkan,  daemon-daemon  tersebut  akan  membaca  file /etc/smb.conf  untuk  mendapatkan  berbagai  informasi  yang  diperlukan  untuk menghubungkan  jaringan  Windows  dengan  UNIX.  Informasi  tersebut  antara  lain, nama  workgroup,  password  file,  direktori  yang  di-share,  hak  akses.  Berikut  ini konfigurasi samba standar pada /etc/smb.conf :
[global]
#  workgroup  =  NT-Domain-Name  atau  Workgroup-Name
workgroup  =  PLANET
#  server  string  =  NT  Description  atau  deskripsi  server  samba server  string  =
Samba  Server
#  hanya    mengizinkan    network    192.168.0    dan    network    127    untuk  #  mengakses  server  samba hosts  allow  =  192.168.0.  127.
# samba  menggunakan  file  log  berbeda  untuk  tiap  mesin  yang  connect log  file  = /var/log/samba/log.%m
#  besar  file  log  maksimum, maksimum  max  log  size  =  50
#  security  level,  user  level  atau  share  level
#  User  level  mengakibatkan  proses  otentikasi  dilakukan  1  kali
#  direktori  yang  di  share  diakses  berdasarkan  priviledge  user.
#  Share  level  mengakibatkan  proses  otentikasi  berulang-ulang
#  direktori  yang  di  share  menentukan  sendiri  permission-nya
     security  =  user
#  enkripsikan  password  bila  terkoneksi  dengan  WIN9x/NT encrypt
     passwords  =  yes
#  file  password  yang  digunakan  untuk  proses  otentikasi
     smb  passwd  file  =  /etc/smbpasswd
#   sinkronisasikan    perubahan    UNIX    password    dengan   SAMBA
      password unix  password  sync  =  Yes
# bagian ini dibiarkan default socket
options = TCP_NODELAY    SO_RCVBUF=8192
SO_SNDBUF=8192 #  ====  Share  Definitions  ====
[homes] comment  =  Home  Directories
browseable  =  no
writable  =  yes
[doc]
comment  =  Linux  Documentation
path  =  /usr/doc
public  =  yes

writable  =  yes
printable  =  no
[source]
comment  =  Linux  Source
path  =  /home/ftp/pub
public  =  yes
[upload]
comment  =  Upload  file
path  =  /home/ftp/upload
public  =  no
writable  =  yes
browseable  =  yes
readonly  =  no
Keterangan singkat :
Comment  : merupakan deskripsi lebih lengkap dari sebuah share
Path  : menentukan direktori lokal yang di-share
Public  : bila ’yes’ berlaku seperti anonymous pada FTP
Perintah-perintah yan g digunakan:
Langkah-langkah :
# Mengaktifkan samba
/etc/init.d/smb  start
# Menshare data yang akan d share


vi   /etc/samba/smb.conf
tekan insert untuk mengedit, ketik nama f ile / direktori yang akan di share
Kemudian simpan setelah itu aktifkan samba d i GUI :
1.  Klik application – System setting – server setting
2.  Klik   smb kemudian klik save
# Restart samba
/etc/init.d/smb  restart
3.  Klik application – network server
4.  Klik kanan – windows network – browse folder
5.  Masukkan IP user lain