Anda memang insan yang LUAR BIASA, oleh karena itu anda LAYAK dan BERHAK untuk SUKSES..
Seberapa sering anda melamun dan membayangkan hal menyenangkan dan menyesalkan yang sudah terjadi.. mengapa kita tidak menikmati saat ini dan bergembira?? dalam hidup sehari-hari saya memilih untuk hidup berbahagia dan tidak mau menghabiskan hidup dengan memikirkan hal-hal yang tidak menyenangkan.. Memang ada hal yang tidak menyenangkan, tetapi saya tidak mau menghabiskan hidup hanya untuk berpikir hal-hal buruk.. Agar dapat melewati hidup ini dan menikmatinya.. Temukan hal yang membahagiakan anda.....
Tutorial kita kali ini akan membahas tentang pengaturan hak akses file/direktori di Linux dengan CHMOD.
Di dalam Linux, file atau direktori bisa kita atur hak aksesnya, sehingga tidak semua orang bisa mengakses file atau direktori yang kita anggap penting dan tidak perlu diketahui oleh orang lain.
Fungsi dari hak akses file dan direktori (Chmod) adalah mengatur ijin akses terhadap suatu file/direktori kepada user, group dan user/group lain.
Ijin hak akses tersebut dibagi menjadi 3 macam, yaitu :
READ (r). = dapat dibaca (baik file atau direktori) WRITE (w). = dapat di tulis/edit (jika file) dan membuat file/direktori baru (jika direktori) EXECUTE (x). = dapat di eksekusi (jika file) dan dimasuki (jika direktori)
Octal dari permisi tersebut adalah 4 = READ (r) 2 = WRITE (w) 1 = EXECUTE (x) 0 = No Permission
Contoh file dan folder: drwx-r–r– -rwx-r–r– | | | | | | | | | | | |—–> Ijin (READ) Untuk Other selain user dan Group dibawah. | | |——–> Ijin (READ) Untuk Group pemilik file/direktory. | |———–> Ijin (READ,WRITE,EXECUTE) Untuk User/pemilik file/direktori tsb. |————-> Tipe (- merupakan file, d merupakan folder)
Contoh Yang Ke-1: Kita ingin memberikan ijin (READ,WRITE,EXECUTE) untuk User/Pemilik, akses (READ,EXECUTE) untuk Group dan Other. Perintahnya:
$chmod 755 file/folder
keterangan: 4+2+1 = 7 << untuk akses u (User) 4+1 = 5 << untuk akses g (Group) 4+1 = 5 << untuk akses o (Other)
Contoh Yang Ke-2: Kita ingin memberikan ijin (READ,WRITE) untuk User/pemilik dan tidak ada ijin samasekali untuk Group dan Other. Perintahnya:
$chmod 600 file/folder
keterangan: 4+2 = 6 << untuk akses u (User) 0 << untuk akses g (Group) 0 << untuk akses o (Other)
Pengiriman file dan direktori dapat dilakukan dengan memanfaatkan jaringan yang ada. Hanya superuser saja yang dapat menggunakan perintah ini. Dan pada saat pengiriman file harus berada pada direktori file tersebut berada.
a. Pengiriman File ke PC tujuan Perintah : scp namafile IPtujuan:/alamatuserTujuan Contoh : [root@localhost Mahasiswa] # scp latihan 192.168.12.21:/home/abdul b. Pengiriman Direktori ke PC tujuan Perintah : scp -r nama_direktori IPtujuan:/alamatuserTujuan Contoh : [root@localhost Mahasiswa] # scp -r linux 192.168.12.21:/home/abdul c. Pengambilan File dari PC lain Perintah : scp IPtujuan:/alamat_FileTujuan direktori user masing-masing Contoh : [root@localhost Mahasiswa] # scp 192.168.12.21:/home/abdul/latihan /home/Mahasiswa d. Pengambilan Direktori dari PC lain Perintah : scp -r IPtujuan:/AlamatdirektoriTujuan direktori_user_masing2 Contoh : [root@localhost Mahasiswa] # scp -r 192.168.12.21:/home/abdul/coba /home/Mahasiswa
Iptablesmerupakanaplikasiuntukadministrasifilterin gpaketdanNetworkAddressTranslation(NAT)pad aIPv4.Gambaranumum,iptablesdigunakanuntukkonfigurasi,merawat dan memeriksarules tables(tabel aturan) tentang filter paketIPyang terdapat dikernel linux . Tiap-tiap tables memiliki beberapa built-in (bawaan) chains kernel linux danchainsbuatan user sendiri.Setiap chains memilikilist/ daftaraturan untukmencocokkansuatupaketyangdatang.Setiapaturantersebutberfungsimemberikankeputusaneksekusi apa yan gakandilakukan bilapaketyang datang cocok dengan aturanyang telahdibuat.
Berikut gambaran dan contoh kegunaan iptables :
TerlihatbahwakomputerA,BdanC mengirim paketdatakepadakomputer D yangsudahdolengkapiiptables.Padakonfigurasi iptablesdibuatpernyataanbahwahanyapaketyangmemilikihurup C yangboleh diterimakomputer D, selain itu ditolak semua.Danhasilnya, hanyakomputerCsajayangbisamengirimkanpaketdanditerimakomputerD.Tentunyadengangambaransederhana inikitabisamembayangkankegunaaniptableslebihdetail.Misalkanbilaadakomputerasingyan gmengirimkanpaketdatauntuk keperluanscanningatauhackingmakapakettersebutlangsungditolakolehkomputerkita.
Namunperludiketahuitiap tablememilikichainsyang berbeda-beda. Chains pada tables"filter" dari 3 fungsiyaitu INPUT, FOR WARD dan OUTPUT. INPUT untuk paket yangdisiapkan untuk soket lokal ataukomputer kitasendiri.FORWARDuntukpaketyangdiarahkan/routingke box danOUTPUTuntukpaketyangdigenerate/dibuatsendiri.
Cara gampangnyauntukmemahami,chainsINPUT bergunauntukmengatasipaketdatayangmasuk. FORWARDbergunauntukmen galihkanpaketyangdatangdanOUTPUTberguna untuk men ghasilkan paket datayang akanditeruskan nantin ya.Setelahkitamengetahuiketigafungsichainstersebutmakakitaperlumengetahuicommand/perintahdalamkonfigurasiiptables.Perludiketahuibahwadalamsatuchainterdiridaribeberaparule/aturan.Tiap-tiapaturantersebutmemilikiurutanprioritastersendiri.Bilaadapaketdatangmakaakandisesuaikandenganchains.Setelahdikelompokkan maka paket tersebut diseleksi oleh rule yang terdapat pada chain. Bila adapaketdatangyangtidakcocokdenganaturanpertamamakaakanditeruskanmenujuseleksi aturan kedua dan selanjutnya hingga aturan terakhir. Berikut command-commandyang umum digunak an :
-A
yaitu append. Memiliki struktur -A [chain] [aturan]. Berfungsi untuk menetapkan aturanke dalam chains.
Contoh : iptables -A INPUT -s 192.168.0.1
-D
yaitu delete aturan. Memiliki struktur -D [chain] [aturan] atau -D [chain] [nomor urutanaturan]. Berfungsi untuk menghapus aturan dari chains atau menghapus aturanberdasarkan urutan list didalam chains.
Contoh : iptables -D INPUT 1( menghapus
aturan pertama dalam chain INPUT )
-I
yaitu insert. Memiliki struktur - I [chain] [ nomor urutan aturan] [aturan]. Berfungsi untukmemasukan aturan baru kedalam chain. Bila nomor urutan aturan adalah 1 berarti aturantersebut dimasukkan ke prioritas utama dalam chain.
Contoh : iptables -I OUTPUT 2 –s192.168.0.1
-R
yaitu replace. Memiliki struktur -R[chain] [nomor urutan aturan] [ aturan baru]. Berfungsiuntuk menimpa / me-replaceaturan lama dengan aturan baru dalam chain.
Contoh :iptables -I OUTPUT 2 -s 192.168.0.1 ( menimpa rule kedua dengan rule baru –s192.168.0.1
-L
yaitu list. Memiliki struktur - L [chain]. Berfungsi untuk menampilkan daftar aturan-aturan didalam chain. Bila chain tidak disertakan maka akan muncul aturan dalam semuachain.
Contoh : iptables -L INPUT
-F
yaitu flush. Memiliki struktur -F [chain]. Berfungsi untuk menghilangkan semua aturanpada chain.
Contoh: iptables -F FOR WARD ( menghapus semua aturan didalam chain
FORWARD)
-N
yaitu new. Memiliki struktur -N [ chain] . Berfungsi untuk membuat chain baru.
Contoh:iptables -N GET
-X
yaitu delete chain. Memiliki struktur -X [chain]. Berfungsi untuk men ghapus chain danini berbeda dengan -D yang ber guna untuk menghapus rule saja. Untuk menghapus chain,
dipastikan terlebih dahulu bahwa tidak ada aturan -aturan didalam chain tersebut. Dapat
digunak an flush untuk menghapus aturan-aturan di dalam chains.
Contoh: iptables –XGET
-E
yaitu rename chain. Memiliki struktur -E [chain lama] [chain baru]. Berfungsi untuk me-rename / mengganti nama chain yang ada didalam iptables.
Contoh: iptables -E GETPUT
Setelah kita mengetahui perintah-perintah pada iptables, yang kira perlu pahamiberikutnya adalah parameter. Kita melihat contoh perintah "iptables -I OUTPUT 2 –s192.168.0.1". Disini, -s merupakan parameter. Kegunaan parameter adalah untukmengidentifikasik an spesifikasi aturan dan digunakan untuk mengikuti perintah umumseperti add, delete, insert,replace dan append.
-p
yaitu menunjukkan protokol. Untuk mengindentifikasikan protokol dalam rule seperti tcp,udp, icmp,dst diperlukan parameter ini.
Contoh: iptables -A INPUT -p tcp
-m
yaitu match option. Mirip dengan -p tetapi p erbedaannya adalah modul yang digunakan.Bila pada -p menggunakan modulyang bersifat spesifik tetapi berbeda dengan -m.Dengan menggunakan parameter ini, kita bebas menentukan nama module yang dipakaidan meng-variasikannya dalam perintah selanjutnya.
Contoh : iptables -AINPUT –s192.168.0.0/16 -m comment --comment "IPyang di-blok" ( berarti modul comment berisiperintah --comment "IPyang di-blok" )
-s
yaitu sour ce alamat hostname / ip.
Contoh : iptables -AINPUT -s 192.168.0 .1
-d
yaitu destination / tujuan dari alamat ip.
Contoh: iptables -AINPUT -d 192.168.0.2
-j
yaitu jump. B erfungsi untuk memberikan keputusan setelah paket data cocok dengan
aturan. Biasan ya terdapat di akhir perintah dan diikuti argumen perintah. Contoh :
iptables -A INPUT -s 192.168.0.2 -j DROP.
-i
yaitu in-interface alias nama interface yang menerima kiriman paket ( terbatas pada chain
INPUT, FORWAR D danPREROUTING saja ).
Contoh: iptables -A INPUT -i eth0 –s192.168.0.2
-o
yaitu out-interface alias nama interface yang akan mengirim paket keluar (terbatas padachain FORWARD, OUTPUT dan POSTROUTING).
Contoh : iptables -A INPUT -o eth1-s 192.168.0.2
-c
yaitu counter untuk menghitun g paket-paketyang lewat dari sebuah aturan. Penulisanparameter ditulis sebelum command semacam APPEND, INSERT,REPLACE,dst.
Contoh: iptables -c -AINPUT -s 192.168.0.2
-n
yaitu numeric. Parameter ini akan menampilkan o utput numeric seperti hostname,ip, port,nama network,dst.
Contoh: iptables -L –nyaitu verbose yang berarti menampilkan informasi secara keseluruhan alias dalam bahasaindonesia terjemahannya"bertele-tele". Contoh: iptables -L -n –v. Paket-paketyangmasukakandiperiksa,apakahrusak,salahinformasiatautidak,kemudian di berikan ke chain INPUT.Tergantung pada informasiyang terdapat didalamheaderpaketdankebijakandalamruleset,keputusanyangdiambiluntuksuatupaket
dapat berupa :
1.ACCEPT
Menerima paket dan diproses lebih lanjut oleh kernel
2.DROP
Menolak paket tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
3.REJECT
Mengembalikan paket ke asalnya dngan pesan kesalahan ICMP
4.LOG
Melakukan log (pencatatan) terhadap paket yang bersesuaian
RuledalamIPTABLESdapatdikenakanterhadapasalpaket(-s),tujuanpaket(-d),protocol(-p)danport.Misalnyauntukmenolaksemuapaketyangdatingd arimesindenganIP Address 192.168.0.100 dapat di tulis :
Bariskeduatidak menyertakan–tfilterkarenasebenarnya table defaultyangdigunakanIPTABLES adalah filterPerintah-perintahdiatasditulissecaralan gsungdishellLinux.Sebaiknyaandaloginsebagai root atau user lain yang diberi wewenang menjalankan IPTABLESTandaseru(!)
terhadapIPtersebut.Perintahdibawahiniakanmenolaksemuapaketyangmasukdarisemua host kecuali dari mesin dengan IP address 192.168.0.100IPTABLES –A INPUT –s ! 192.168.0.100 –j DROP
Perintah-perintah yan g digunakan:
Perintah DasarMaksud dari Perintah
iptablesPembuatan firewall di dalam PCManMelihat description suatu command atau perintahsetupMemanggil konfigurasi computer melalui GUI
CentOS lebih mudah instalasinya tetapi membutuhkan waktu untuk mengkonfigurasinya
CentOS adalah sistem operasi bebas yang didasarkan pada Red Hat Enterprise Linux (RHEL).
CentOS merupakan OS freeware yang sangat handal untuk skala Enterpise dan merupakan satu-satunya OS freeware yang didukung resmi oleh CPanel
Perbedaan nyata antara CentOS dan RHEL hanyalah logo dan tema desktop
Ditambah dengan penggunaan software RAID dari Linux, kita dapat membangun sebuah server Linux yang dapat melindungi data dari kerusakan harddisk menggunakan PC rakitan sendiri dan harddisk biasa.
penggunaan LVM, kita dapat mengakomodasi keperluan space harddisk di masa yang akan datang dengan relatif mudah
Kekurangan Centos
Tergantung pada distro RH. Karena itu CentOS selalu keluar setelah RH.
Kata "enterprise" membuat pemula takut dan memilih Fedora.
Penampilan website CentOS yang kurang menarik (CentOS Indonesia sedang mengupayakan untuk mengupdate website CentOS.org agar tampil menarik).
Kurangnya dokumentasi mengenai CentOS secara khusus.
Samba merupakan implementasidariprotokolSMB (Server Message Block) pada sistemUNIX.Protokolinidigu-nakanolehMSWindowsNTuntukFiledanPrintingSharingService.Denganmengaktifkan sambapadamesinLinuxkita makakitadapat berbagifiledanprinterden ganWindows95/98atauWindowsNT.Dengankatalain,denganmenjalankanSamba,makasuatuserverLinuxdapattampaksepertisuatuWindowsNTServer bagi mesin Windows lainnya.
Pada Linux kita dapat me-mounting direktori yang di-share pada Windows juga dapatmengakses secara langsung pada direktori tersebut. Sedangkan pada Windows, kita dapatmelihat direktori yang di-share berupa icon yang terdapat dalam Network Neighborhood
File-file yang ter-install yang sering digunakan untuk mengkonfigurasi dan menjalankansamba antara lain :
ServicedisistemUNIXuntukSMBClientsepertiWindows95/98 atauWindowsNT. Untuk menjalankan daemon ini :
#/usr/bin/smbd-D
/usr/bin/nmbd. MerupakandaemonyangmenyediakanpenamaanNetBIOSdankemampuan browsing bagi SMB Client.
Untuk menjalankan daemon ini :
#/usr/bin/nmbd-D
/usr/bin/smbclient. Untuk mengakses direktori yang di-share di Windows dengan model
FTP. Untuk menggunakannya :
#/usr/bin/smbclient
Saatdaemon-daemonsambadihidupkan,daemon-daemontersebutakanmembacafile/etc/smb.confuntukmendapatkanberbagaiinformasiyangdiperlukanuntukmenghubungkanjaringanWindowsdenganUNIX.Informasitersebutantaralain,namaworkgroup,passwordfile,direktoriyangdi-share,hakakses.Berikutinikonfigurasi samba standar pada /etc/smb.conf :