Seberapa sering anda melamun dan membayangkan hal menyenangkan dan menyesalkan yang sudah terjadi.. mengapa kita tidak menikmati saat ini dan bergembira?? dalam hidup sehari-hari saya memilih untuk hidup berbahagia dan tidak mau menghabiskan hidup dengan memikirkan hal-hal yang tidak menyenangkan.. Memang ada hal yang tidak menyenangkan, tetapi saya tidak mau menghabiskan hidup hanya untuk berpikir hal-hal buruk.. Agar dapat melewati hidup ini dan menikmatinya..
Temukan hal yang membahagiakan anda.....

Minggu, 08 Januari 2012

IPTABLES 2

Iptables  merupakan  aplikasi  untuk  administrasi  filterin g  paket  dan  Network  Address Translation  (NAT)  pad a  IPv4.  Gambaran  umum,  iptables  digunakan  untuk  konfigurasi, merawat dan memeriksa  rules tables  (tabel aturan) tentang filter paket  IP  yang terdapat di kernel linux . Tiap-tiap tables memiliki beberapa built-in (bawaan) chains kernel linux dan chains  buatan user sendiri.  Setiap chains memiliki  list  / daftar  aturan untuk  mencocokkan suatu  paket  yang  datang.  Setiap  aturan  tersebut  berfungsi  memberikan  keputusan eksekusi apa yan g  akan  dilakukan bila  paket  yang datang cocok dengan aturan  yang telah dibuat.
Berikut gambaran dan contoh kegunaan iptables :
Terlihat  bahwa  komputer  A,  B  dan  C  mengirim  paket  data  kepada  komputer D yang sudah  dolengkapi  iptables.  Pada  konfigurasi iptables  dibuat  pernyataan  bahwa  hanya paket  yang  memiliki  hurup C  yang  boleh diterima  komputer D, selain itu ditolak semua. Dan  hasilnya, hanya  komputer  C  saja  yang  bisa  mengirimkan  paket  dan  diterima komputer  D.  Tentunya  dengan  gambaran  sederhana ini  kita  bisa  membayangkan kegunaan  iptables  lebih  detail.  Misalkan  bila  ada  komputer  asing  yan g  mengirimkan paket  data  untuk  keperluan  scanning  atau  hacking  maka  paket  tersebut  langsung  ditolak oleh  komputer  kita.
Iptables  memiliki  4 tabel  aturan  yaitu  filter,  nat,  mangle  dan  raw. Yang  akan  saya  bahas adalah  aturan  "filter"  karena  ini  yang  seringkali  digunakan  dalam  pengaturan  jaringan. Kita  sudah  tahu  bahwa  pada  table  terdapat  chains  (rantai)  yang  berisi  rules  /  aturan.
Namun  perlu  diketahui  tiap table  memiliki  chains  yang berbeda-beda. Chains pada tables "filter" dari 3 fungsi  yaitu INPUT, FOR WARD dan OUTPUT. INPUT untuk paket yang disiapkan untuk soket lokal atau  komputer kita  sendiri.  FORWARD  untuk  paket  yang diarahkan  /  routing  ke box dan  OUTPUT  untuk  paket  yang  di  generate  /  dibuat  sendiri.
Cara gampangnya  untuk  memahami,  chains  INPUT berguna  untuk  mengatasi  paket  data yang  masuk. FORWARD  berguna  untuk  men galihkan  paket  yang  datang  dan  OUTPUT berguna untuk men ghasilkan paket data  yang akan  diteruskan nantin ya. Setelah  kita  mengetahui  ketiga  fungsi  chains  tersebut  maka  kita  perlu  mengetahui command  /  perintah  dalam  konfigurasi  iptables.  Perlu  diketahui  bahwa  dalam  satu  chain terdiri  dari  beberapa  rule  /  aturan.  Tiap-tiap  aturan  tersebut  memiliki  urutan  prioritas tersendiri.  Bila  ada  paket  datang  maka  akan  disesuaikan  dengan  chains.  Setelah dikelompokkan maka paket tersebut diseleksi oleh rule yang terdapat pada chain. Bila ada paket  datang  yang  tidak  cocok  dengan  aturan  pertama  maka  akan  diteruskan  menuju seleksi aturan kedua dan selanjutnya hingga aturan terakhir. Berikut command-command yang umum digunak an :
-A
yaitu append. Memiliki struktur -A [chain] [aturan]. Berfungsi untuk menetapkan aturan ke dalam chains.
Contoh : iptables -A INPUT -s 192.168.0.1
-D
yaitu delete aturan. Memiliki struktur -D [chain] [aturan] atau -D [chain] [nomor urutan aturan]. Berfungsi untuk menghapus aturan dari chains atau menghapus aturan berdasarkan urutan list didalam chains.
Contoh : iptables -D INPUT 1  ( menghapus
aturan pertama dalam chain INPUT )
-I
yaitu insert. Memiliki struktur - I [chain] [ nomor urutan aturan] [aturan]. Berfungsi untuk memasukan aturan baru kedalam chain. Bila nomor urutan aturan adalah 1 berarti aturan tersebut dimasukkan ke prioritas utama dalam chain.
Contoh : iptables -I OUTPUT 2 –s 192.168.0.1
-R
yaitu replace. Memiliki struktur -R  [chain] [nomor urutan aturan] [ aturan baru]. Berfungsi untuk menimpa / me-replace  aturan lama dengan aturan baru dalam chain.
Contoh : iptables -I OUTPUT 2 -s 192.168.0.1 ( menimpa rule kedua dengan rule baru –s 192.168.0.1
-L
yaitu list. Memiliki struktur - L [chain]. Berfungsi untuk menampilkan daftar aturan-aturan didalam chain. Bila chain tidak disertakan maka akan muncul aturan dalam semua chain.
Contoh : iptables -L INPUT




-F
yaitu flush. Memiliki struktur -F [chain]. Berfungsi untuk menghilangkan semua aturan pada chain.
Contoh: iptables -F FOR WARD ( menghapus semua aturan didalam chain
FORWARD)
-N
yaitu new. Memiliki struktur -N [ chain] . Berfungsi untuk membuat chain baru.
Contoh: iptables -N GET
-X
yaitu delete chain. Memiliki struktur -X [chain]. Berfungsi untuk men ghapus chain dan ini berbeda dengan -D yang ber guna untuk menghapus rule saja. Untuk menghapus chain,
dipastikan terlebih dahulu bahwa tidak ada aturan -aturan didalam chain tersebut. Dapat
digunak an flush untuk menghapus aturan-aturan di dalam chains.
Contoh: iptables –X GET
-E
yaitu rename chain. Memiliki struktur -E [chain lama] [chain baru]. Berfungsi untuk me-rename / mengganti nama chain yang ada didalam iptables.
Contoh: iptables -E GET PUT
Setelah kita mengetahui perintah-perintah pada iptables, yang kira perlu pahami berikutnya adalah parameter. Kita melihat contoh perintah "iptables -I OUTPUT 2 –s 192.168.0.1". Disini, -s merupakan parameter. Kegunaan parameter adalah untuk mengidentifikasik an spesifikasi aturan dan digunakan untuk mengikuti perintah umum seperti add, delete, insert,  replace dan append.
-p
yaitu menunjukkan protokol. Untuk mengindentifikasikan protokol dalam rule seperti tcp, udp, icmp,dst diperlukan parameter ini.
Contoh: iptables -A INPUT -p tcp
-m
yaitu match option. Mirip dengan -p tetapi p erbedaannya adalah modul yang digunakan. Bila pada -p menggunakan modul  yang bersifat spesifik tetapi berbeda dengan -m. Dengan menggunakan parameter ini, kita bebas menentukan nama module yang dipakai dan meng-variasikannya dalam perintah selanjutnya.
Contoh : iptables -A  INPUT –s 192.168.0.0/16 -m comment --comment "IP  yang di-blok" ( berarti modul comment berisi perintah --comment "IP  yang di-blok" )
-s
yaitu sour ce alamat hostname / ip.
Contoh : iptables -A  INPUT -s 192.168.0 .1
-d
yaitu destination / tujuan dari alamat ip.
Contoh: iptables -A  INPUT -d 192.168.0.2
-j
yaitu jump. B erfungsi untuk memberikan keputusan setelah paket data cocok dengan
aturan. Biasan ya terdapat di akhir perintah dan diikuti argumen perintah. Contoh :
iptables -A INPUT -s 192.168.0.2 -j DROP.
-i
yaitu in-interface alias nama interface yang menerima kiriman paket ( terbatas pada chain
INPUT, FORWAR D dan  PREROUTING saja ).
Contoh: iptables -A INPUT -i eth0 –s 192.168.0.2
-o
yaitu out-interface alias nama interface yang akan mengirim paket keluar (terbatas pada chain FORWARD, OUTPUT dan POSTROUTING).
Contoh : iptables -A INPUT -o eth1 -s 192.168.0.2
-c
yaitu counter untuk menghitun g paket-paket  yang lewat dari sebuah aturan. Penulisan parameter ditulis sebelum command semacam APPEND, INSERT,REPLACE,dst.
Contoh: iptables -c -A  INPUT -s 192.168.0.2
-n
yaitu numeric. Parameter ini akan menampilkan o utput numeric seperti hostname,ip, port, nama network,dst.
Contoh: iptables -L –n yaitu verbose yang berarti menampilkan informasi secara keseluruhan alias dalam bahasa indonesia terjemahannya  "bertele-tele". Contoh: iptables -L -n –v. Paket-paket  yang  masuk  akan  di  periksa,  apakah  rusak,  salah  informasi  atau  tidak, kemudian di berikan ke chain INPUT.  Tergantung pada informasi  yang terdapat di  dalam header paket  dan  kebijakan  dalam ruleset, keputusan  yang  diambil  untuk  suatu  paket
dapat berupa :
1.  ACCEPT
Menerima paket dan diproses lebih lanjut oleh kernel
2.  DROP
Menolak paket tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
3.  REJECT
Mengembalikan paket ke asalnya dngan pesan kesalahan ICMP
4.  LOG
Melakukan log (pencatatan) terhadap paket yang bersesuaian
5.  RETURN
Untuk chain  user-defined akan  dikembalikan  ke chain yang  memanggil, sedangkan  untuk chain INPUT,  OUTPUT  dan  FORWARD  akan  dijalankan
kebijakan default.
6.  Mengirim ke chain user-defined
Rule  dalam  IPTABLES  dapat  dikenakan  terhadap  asal  paket  (-s),  tujuan  paket  (-d), protocol  (-p)  dan  port.   Misalnya  untuk  menolak  semua  paket  yang  dating  d ari  mesin dengan  IP Address 192.168.0.100 dapat di tulis :
IPTABLES –t filter –A INPUT –s 192.168.0.100 –j DROP atau
IPTABLES –A INPUT –s 192 .168.0.100 –j DROP
Baris  kedua    tidak menyertakan  –t  filter  karena  sebenarnya table default  yang  digunakan IPTABLES adalah filter Perintah-perintah  diatas  di  tulis  secara  lan gsung  di  shell  Linux.  Sebaiknya  anda  login sebagai root atau user lain yang diberi wewenang menjalankan IPTABLES Tanda  seru  (!)
dapat  ditempatkan  di  depan  IP  address  untuk  membuat  pengecualian
terhadap  IP  tersebut.  Perintah  di  bawah  ini  akan  menolak  semua  paket  yang  masuk  dari semua host kecuali dari mesin dengan IP address 192.168.0.100 IPTABLES –A INPUT –s ! 192.168.0.100 –j DROP
Perintah-perintah yan g digunakan:
Perintah Dasar  Maksud dari Perintah
iptables  Pembuatan firewall di dalam PC Man  Melihat description suatu command atau perintah setup  Memanggil konfigurasi computer melalui GUI
Perintah-perintah yan g digunakan:
1.  Setting IP  address k elas A
ifconfig  eth0  50.50.50.1 netmask 255.0.0.0
2.  Koneksikan jaringan
ping ip_address_tujuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar