Seberapa sering anda melamun dan membayangkan hal menyenangkan dan menyesalkan yang sudah terjadi.. mengapa kita tidak menikmati saat ini dan bergembira?? dalam hidup sehari-hari saya memilih untuk hidup berbahagia dan tidak mau menghabiskan hidup dengan memikirkan hal-hal yang tidak menyenangkan.. Memang ada hal yang tidak menyenangkan, tetapi saya tidak mau menghabiskan hidup hanya untuk berpikir hal-hal buruk.. Agar dapat melewati hidup ini dan menikmatinya..
Temukan hal yang membahagiakan anda.....

Minggu, 08 Januari 2012

IPAaddress kelas B


IPAaddress kelas B


Network ID
Network  ID  adalah  bagian  dari alamar  IP  yang  mewakili  jaringan  fisik  dari  host.  Setiap
komputer  dalam  segment  jaringan  tertentu  ak an  memiliki  ID  jarin gan  yang  sama.
Network ID mempun yai ketentuan-ketentuan,  yaitu :
1.  Sebuah  byte  Net  ID  itu  tidak  boleh  byte  pertaman ya  itu  berupa  :  00000000  atau
bernilai 0 (nol).
2.  Sebuah  byte  Net  ID  itu  tidak  boleh  byte  pertaman ya  itu  berupa  :  11111111  atau
bernilai 255.
3.  Sebuah  byte  Net  ID  range  byte  pertamanya  itu  adalah  :  1  sampai  223  kecuali  angka
127.
Sebuah  byte  Net  ID  itu tidak  boleh byte pertamanya  itu berup a : 01111111  atau  bernilai
127. Karena  IP ini di jadikan sebagai loopback dari sebuah sistem protocol TC P/IP
Host ID
Host  ID  adalah  bagian  yang  mewakili  bagian  individu  dari  alamat,  bila  komputer  di
segment  jaringan  anda  memiliki  alamat,  maka  jaringan  perlu  tahu  milik  siapakah  suatu
paket data tersebut. Berik ut ini adalah tabel kelas-kelas IP dan host  yang didukungnya :
Tabel II.4 Internet Protocol Class
Class  Jumlah Host  Jangkauan Octet Pertama
B  16.536  128 –191
Host ID mempunyai ketentuan-ketentuan, yaitu :
1.  Semua  byte  Host  ID  itu   tidak  boleh  semua  bytenya  :  192.168.2.00000000.  atau
bernilai 0 (nol).
2.  Semua byte Host ID itu tidak boleh semua b ytenya : 11111111 atau bernilai 255.
Seperti  yang  disebutkan  diatas  bahwa  IP  adalah  32  bit.  Nilai  tersebut  terbagi  menjadi
empat  bagian  nomor  delapan  bit  yan g  disebut  octet.  Contoh  alamat  IP  adalah
172.1168.240.66.  Dengan  menggunakan  contoh  diatas  katakanlah  bahwa  administrator
mensetup  jaringan  dengan  semua  komputer  memiliki  bagian  nilai  yang  sama  :
172.168.xxx.xxx  ini  adalah  network  ID,  sedangkan  nomor  pada  xxx.xxx.240.66  adalah
host ID n ya.
IP  Address
kelas  B  digunakan  untuk   jaringan  yang  berukuran  sedang  dan
besar.
IP Address
kelas  B ini  2 (bit) bit  pertama  dari  IP selalu  di  set dengan
1    0  (satau    nol)  sehingga  bit  terdepan  dari
IP  Address
selalu  bernlai  128
sampai 191.
IP  Address
kelas  B  dapat  menampung  lebih  kurang  65000
Host.
Berikut
adalah karakteristik dari
IP Address
kelas B.
Karakteristik
IP Address
kelas B
Format        : 10nnnnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh
Bit Pertama    : 10
Panjang NetID    : 16
Panjang HostID    : 16 bit
Byte Pertama    : 128 – 191
Jumlah       : 16.384 kelas B
Range  IP     : 128.0.xxx.xxx sampai 191.255.xxx.xxx
Jumlah IP     : 65.532
IP Address
pada setiap kelas B
Setiap  jaringan  selalu  memerlukan  subnet  yang  biasa  disebut  subnet  mask.  Subnet
merupakan  bagian  dari  jaringan  yang dimaksudkan  untuk  memecah  network  ID menjadi
beberapa bagian  kecil. Tujuannya  agar  beban  kerja jaringan tidak  terlalu b erat.  Subnet ini
terdiri  dari  angka  32  bit  misalnya  ::  11111111.11111111.11111111.00000000  atau
255.255.255.0.  Pada  subnet  mask  seluruh  bit  yang  berhubungan  dengan  host  ID  diset
dengan angka 0.
Jadi gambaran kurang lebih seperti ini :
255
255 0 0
1 1 1 1 1 1 1 1
1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
128 64 32
16 8 4 2 1 128 64 32 16 8 4 2 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Subnet  diatas menandakan 16  bit.  Jadi  setiap segment  IP  Address  atau 1  byte  IP  Add ress
itu  terdiri  dari  8  bit,  subnet  diatas  menunjukk an  bahwa  ia  men ggunakan  2  segment
IPAddress atau 2 byte.
Untuk penghitungan konversin ya dari desimal ke biner adalah sebagai berikut :
Misal : 172. konevrsikan ke biner
172 / 2 = 86 / 2 = 43 / 2 = 21 / 2 = 10 / 2 = 5 / 2 = 2 / 2 = 1
0            0             1           1           0          1          0
Jadi dibalik hasil pembagian diatas, men ghasilkan : 127 = 10101100
Pembuktiannya :
127
1 0 1 0 1 1 0 0
128 64 32 16 8 4 2 1
(128x1) + (64x0) + (32x0) + (16x0) + (8x1) + (4x1) + (2x0) + (1x0) = 127
Penggunaan  subnet  mask  sangat  ditentukan  dengan  banyakn ya  komputer  atau  host  yang
digunak an  pada  sebuah  jaringan.Setiap  komputer  disebuah  jaringan  biasanya  ingin
mengirim  data  lan gsung  ke  komputer  lainnya.  Komputer  pengirim  harus  memastikan
bahwa  si  penerima  berada  pada  jarin gan  yang  sama  atau  diluar  itu.  Subnet  mask
digunak an  oleh  protocol  stack  TCP/IP  untukmenentukan  bahwa  host  yang  akan  dicoba
dikomunukasikan berada dijaringan yang sama atau berada di diluar jaringan..
Berikut ini adalah table klasifikasi dari subnet mask :
Tabel II.5 Subnet Mask Class
Class  Subnet Mask
B  255.255.0.0
Subnet  mask  digunak an  untuk  membedakan  antara  network  ID  dan  host  ID  dan  untuk
menunjukkan suatu host apakah berada pada  jaringan local atau non local. Untuk jaringan
non local berarti harus mentransmisi data melalui sebuah router.
Penggunaan  subnet  mask  san gat  ditentukan  oleh  banyakn ya  komputer  atau  host  pada
sebuah  jaringan.  Salah   satu  standar  dalam  protokol  jaringan  yang  di  kembangk an  oleh
ISO
(International  Standard  Organization
)  adalah  model  referensi  OSI  (
Open  System
Interconnection
)  merupakan  suatu  sistem  yang  terbuka  untuk  berkomunikasi  dengan
sistem-sistem yan g lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar