SHARING DATA (SAMBA)
Samba merupakan implementasi dari protokol SMB (Server Message Block) pada sistem UNIX. Protokol ini digu-nakan oleh MS Windows NT untuk File dan Printing Sharing Service. Dengan mengaktifkan samba pada mesin Linux kita maka kita dapat berbagi file dan printer den gan Windows 95/98 atau Windows NT. Dengan kata lain, dengan menjalankan Samba, maka suatu server Linux dapat tampak seperti suatu Windows NT Server bagi mesin Windows lainnya.
Pada Linux kita dapat me-mounting direktori yang di-share pada Windows juga dapat mengakses secara langsung pada direktori tersebut. Sedangkan pada Windows, kita dapat melihat direktori yang di-share berupa icon yang terdapat dalam Network Neighborhood
File-file yang ter-install yang sering digunakan untuk mengkonfigurasi dan menjalankan samba antara lain :
# /usr/bin/smbd
Merupakan daemon yang menyediakan File and Printing Sharing
Service di sistem UNIX untuk SMB Client seperti Windows 95/98 atau Windows NT. Untuk menjalankan daemon ini :
# /usr/bin/smbd -D
/usr/bin/nmbd. Merupakan daemon yang menyediakan penamaan NetBIOS dan kemampuan browsing bagi SMB Client.
Untuk menjalankan daemon ini :
# /usr/bin/nmbd -D
/usr/bin/smbclient. Untuk mengakses direktori yang di-share di Windows dengan model
FTP. Untuk menggunakannya :
# /usr/bin/smbclient
Saat daemon-daemon samba dihidupkan, daemon-daemon tersebut akan membaca file /etc/smb.conf untuk mendapatkan berbagai informasi yang diperlukan untuk menghubungkan jaringan Windows dengan UNIX. Informasi tersebut antara lain, nama workgroup, password file, direktori yang di-share, hak akses. Berikut ini konfigurasi samba standar pada /etc/smb.conf :
[global]
# workgroup = NT-Domain-Name atau Workgroup-Name
workgroup = PLANET
# server string = NT Description atau deskripsi server samba server string =
Samba Server
# hanya mengizinkan network 192.168.0 dan network 127 untuk # mengakses server samba hosts allow = 192.168.0. 127.
# samba menggunakan file log berbeda untuk tiap mesin yang connect log file = /var/log/samba/log.%m
# besar file log maksimum, maksimum max log size = 50
# security level, user level atau share level
# User level mengakibatkan proses otentikasi dilakukan 1 kali
# direktori yang di share diakses berdasarkan priviledge user.
# Share level mengakibatkan proses otentikasi berulang-ulang
# direktori yang di share menentukan sendiri permission-nya
security = user
# enkripsikan password bila terkoneksi dengan WIN9x/NT encrypt
passwords = yes
# file password yang digunakan untuk proses otentikasi
smb passwd file = /etc/smbpasswd
# sinkronisasikan perubahan UNIX password dengan SAMBA
password unix password sync = Yes
# bagian ini dibiarkan default socket
options = TCP_NODELAY SO_RCVBUF=8192
SO_SNDBUF=8192 # ==== Share Definitions ====
[homes] comment = Home Directories
browseable = no
writable = yes
[doc]
comment = Linux Documentation
path = /usr/doc
public = yes

writable = yes
printable = no
[source]
comment = Linux Source
path = /home/ftp/pub
public = yes
[upload]
comment = Upload file
path = /home/ftp/upload
public = no
writable = yes
browseable = yes
readonly = no
Keterangan singkat :
Comment : merupakan deskripsi lebih lengkap dari sebuah share
Path : menentukan direktori lokal yang di-share
Public : bila ’yes’ berlaku seperti anonymous pada FTP
Perintah-perintah yan g digunakan:
Langkah-langkah :
# Mengaktifkan samba
/etc/init.d/smb start
# Menshare data yang akan d share
vi /etc/samba/smb.conf
tekan insert untuk mengedit, ketik nama f ile / direktori yang akan di share
Kemudian simpan setelah itu aktifkan samba d i GUI :
1. Klik application – System setting – server setting

2. Klik smb kemudian klik save
# Restart samba
/etc/init.d/smb restart
3. Klik application – network server
4. Klik kanan – windows network – browse folder
5. Masukkan IP user lain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar